Siapakah anak-anak itu sebenarnya
Karya:Nura avadatis sulha
Anak-anak adalah makhluk
yang misterius. Tidak ada yang tahu sebenarnya siapakah anak-anak itu, kecuali
anak-anak itu sendiri, seperti saya contohnya. Tapi tidak semua anak mengetahui
siapa jati dirinya sendiri seperti saya. Saya adalah orang yang bertubuh kacil
tapi memiliki hati yang besar.
Kenapa anak-anak jadi bandel? Karena dia kekurangan
kasih sayang. Saya sendiri sudah banyak pengalaman dengan kawan-kawan saya dan
saya baru tahu adanya SOS, Save Our Soul, Tolong Jaga Jiwa Kami. Di SOS itu banyak anak-anak yang bandel, tapi tidak
semuanya bandel. Ada seorang kawan saya dari SOS dan dia baik, tidak seperti
kawan-kawannya. Saya penasaran dia tidak ada keluarga dan tidak ada orang tua, tapi mengapa dia bisa menjadi baik.
Seperti yang saya bilang diatas, bahwa
anak-anak harus memiliki kasih sayang, sedang kan dia tidak memiliki orang tua. Tapi
jangan risau ada cara lain agar anak-anak tidak bandel. Pernahkah kalian melihat selembar kertas putih? Seperti itulah sifat kami kami, orang yang baru di muka bumi.
Jadi kami bagaikan
kertas putih yang belum ada lukisan ataupun tulisan. Jadi kami harus ditulisi, maka tulislah kami
dengan lukisan yang bagus, atau pun tulisan yang bermanfaat bagi kami. Jadi jika
kami berbuat salah, jangan salah kan kami. Itu akan menjadi sia-sia, karena anda
akan memperburuk tulisan anda sendiri. Karena kan kami kertas putih, masak kertasnya yang masih putih di marahin. Jadi tulislah kami dengan tulisan yang
bermanfaat dan gambarlah kami bagus lucu dan unik, agar kami bisa menjadi buku
yang laku di masa depan.
Itukah harapan orang tua, maka bantulah mewujudkan
impianmu untuk anakmu. Dukunglah mereka agar mereka menjadi orang hebat dan
bermanfaat di masa depan.
Hanya itu saja cerita saya, jika ada kesilapan ngomong, mohon dimaafin ya. Makasih dan sampai jumpa lagi. Semoga bermanfaat untuk ibu
bapak di rumah ya. Jangan pakai kekerasan ya untuk kami dan sampai jumpa lagi.
THANK YOU
I LOVE YOU ALL
Wooouuu hebattt.Karya kecil dr sang besar jiwa
ReplyDelete