Anak Yang Jujur



Pada zaman dahulu kala di tanah suci di bumi para Anbiya hiduplah seorang anak bernama firdaus. Dia adalah anak yang sangat taat menjalankan perintah agama.


Pada suatu hari ketika Firdaus sedang dalam perjalanan menuju ke sekolahnya, Firdaus beremu dengan dua orang kawannya yang sedang mencuri kurma. Kawannya tersebut memberikan beberapa buah kurma kepada firdaus, tapi firdaus tidak mau menerima kurma pemberian kawannya karena hasil mencuri. Kawan firdaus berkata, ambil saja kurmanya, tidak ada yang melihat kita memakan kurma ini.
Lalu firdaus menjawab : tapi Allah melihat kita. Kemudian firdaus segera meninggalkan kedua kawannya tersebut.
Sesampainya di sekolah pak guru firdaus menyuruh firdaus membeli beberapa ekor burung untuk dibagikan kepada semua murid yang ada di kelas firdaus.
Setelah firdaus menyerahkan burung-burung kepada pak guru dan mengembalikan uang kembaliannya kemudia pak guru membagikan kepada setiap murid, satu ekor burung dan satu pisau. Dan pak guru menyuruh murid-muridnya untuk menyembelihkan burung tersebut di tempat yang tidak ada orang lihat.
Setelah semua kawan-kawan firdaus menemukan tempat yang aman dan berhasil menyembelih semua burung mereka, merekapun kembali ke kelas.
Tapi firdaus tidak melakukan apa yang disuruh sama pak guru. Firdaus membawa kembali burung yang masih hidup dan memberikannya kepada pak guru.
Lalu kawan-kawan mengejek firdaus..
Firdaus tidak amanah dan patuh. Firdaus penakut.
Kemudian pak guru bertanya kenapa firdaus, kenapa firdaus tidak menyembelih burung.
Firdaus menjawab : saya tidak menemukan tempat yang tiada seorangpun melihat saya menyembelih burug itu. Karena Allah ada dimana-mana.
kemudian pak guru berkata : firdaus benar. Jadi ketika kita berbuat sesuatu kita harus ingat kalau Allah melihat kita dimanapun dan kapanpun.
Bismillahirrahmanirrahim…
Innallaha ya’lamu ghaibas sama waati wal ardh wallahu bashirum bima ta’maluun
.
Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah maha melihat apa yang kalian kerjakan. Surat Al-Hujarat : 18
   

Comments

Popular posts from this blog

Siapakah anak-anak itu sebenarnya

Berwisata Ke Malaysia

Mencabut Gigi Sendiri